Minggu, 22 Oktober 2017

Petani bawang tagih janji pemerintah stabilkan harga

id Petani bawang tagih janji pemerintah stabilkan harga
Petani bawang tagih janji pemerintah stabilkan harga
ILUSTRASI - Bawang Putih. (ANTARA /Yusuf Nugroho )
Cirebon (ANTARA GORONTALO) - Para petani bawang merah asal Kabupaten Cirebon, Jawa Barat menagih janji pemerintah yang akan membeli bawang produksi mereka pada kisaran Rp15.000 per kilogram karena saat ini petani harus menerima harga rendah.

"Pemerintah itu sudah berjanji membeli bawang merah rata-rata Rp15 ribu per kg, karena angka itu tidak membebani pembeli dan juga petani bisa mendapatkan untung," kata ketua kelompok tani Kecamatan Pabuaran Cirebon Darmo, di Cirebon, Rabu.

Dia mengatakan ketika harga bawang merah naik, maka pemerintah khususnya dari Jakarta ramai-ramai turun ke lapangan untuk melihat kondisi para petani dan meminta harga diturunkan.

"Kalau harga bawang sampai Rp 50 ribu dari Jakarta pada turun minta harganya diturunkan dan petani mau," ujarnya pula.

"Tetapi ketika sekarang ini harga bawang Rp6.000 tidak ada satu pun pemerintah yang melirik petani bawang, maka saya datang untuk meminta janji itu supaya petani itu sama-sama sejahtera," kata Darmo saat mendatangi kantor Bupati Cirebon.

Dia menjelaskan untuk situasi sekarang ini harga bawang Rp6 ribu sampai dengan Rp7 ribu per kilogram, padahal untuk pemeliharaan petani harus mengeluarkan Rp12 ribu per kilogram.

"Kami para petani merugi Rp5 ribu setiap kiogram," ujar dia lagi.

Darmo menambahkan untuk satu kali tanam dengan ukuran lahan satu hektare, harua mengeluarkan modal Rp120 juta, namun setelah mereka panen, modal yang dikeluarkan tidak kembali alias rugi.

Dia berharap apa yang telah disampaikan Menteri Pertanian pada setiap kunjungan bahwa pemerintah harus membeli bawang merah para petani Rp15 ribu per kilogram.

"Ya inginnya apa yang sempat dilontarkan Menteri Pertanian supaya pemerintah membeli Rp15 ribu ke petani, karena kalau dijual segitu kami masih mempunyai untung Rp3 ribu dan konsumen juga tidak diberatkan," katanya pula.

Editor: Hence Paat

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga